Selamat ya, Moms, atas kelahiran Si Kecil! Kehadiran bayi tentu membawa kebahagiaan sekaligus banyak hal baru yang perlu dipelajari, terutama bagi first-time Moms. Jika Moms memiliki bayi baru lahir laki-laki, ada beberapa hal yang sedikit berbeda dibandingkan merawat bayi perempuan, salah satunya adalah soal sunat dan perawatan area genitalnya.
Bagi umat Islam, sunat merupakan kewajiban agama bagi laki-laki. Namun, prosedur ini tidak hanya dilakukan oleh umat Muslim. Sebagian orang tua non-Muslim juga memilih menyunat anak laki-lakinya karena mempertimbangkan manfaat kesehatan. Jadi, ketika memiliki bayi baru lahir laki-laki, keputusan mengenai sunat sebaiknya dipahami dari sisi agama, budaya, maupun medis.
Sunat memiliki beberapa manfaat kesehatan, baik saat anak masih kecil maupun ketika dewasa. Prosedur ini dapat membantu menjaga kebersihan penis, mengurangi risiko infeksi saluran kemih pada masa bayi, serta mencegah masalah tertentu seperti fimosis, yaitu kondisi ketika kulup sulit ditarik dari kepala penis.
Sunat juga dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa infeksi menular seksual, termasuk HIV, dan kanker penis yang tergolong langka. Pada pasangan, sunat pada laki-laki dapat membantu menurunkan risiko kanker serviks terkait HPV, tetapi tidak menghilangkan risiko sepenuhnya. Lantas, jika Moms baru memiliki bayi baru lahir laki-laki, apakah sunat perlu dilakukan sejak dini atau boleh menunggu sampai Si Kecil lebih besar? Yuk, kenali pertimbangannya terlebih dahulu!
Usia yang Tepat untuk Sunat
Sunat pada bayi berusia kurang dari satu tahun dapat memiliki beberapa kelebihan dibandingkan pada anak yang lebih besar. Beberapa di antaranya adalah waktu pemulihan yang lebih singkat, durasi rawat inap yang lebih pendek, serta risiko komplikasi akibat anestesi yang lebih rendah. Hal ini bisa menjadi salah satu pertimbangan bagi Moms yang sedang mencari informasi tentang waktu yang tepat untuk menyunat Si Kecil.
Meski begitu, bukan berarti sunat harus dilakukan saat bayi baru lahir. Waktu yang tepat untuk menyunat Si Kecil perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatannya dan rekomendasi dokter. Sebelum mengambil keputusan, Moms bisa berkonsultasi dengan dokter untuk memahami manfaat, risiko, serta metode sunat yang sesuai dengan usia dan kondisi bayi.
Sementara itu, American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa manfaat kesehatan sunat pada bayi laki-laki secara keseluruhan dinilai lebih besar daripada risikonya. Namun, manfaat tersebut belum cukup untuk merekomendasikan sunat rutin bagi semua bayi laki-laki. Artinya, orang tua tetap dapat mempertimbangkan manfaat, risiko, nilai keluarga, serta kondisi kesehatan Si Kecil sebelum mengambil keputusan.
Di Indonesia, sunat juga kerap dilakukan ketika anak memasuki usia sekolah dasar, bahkan dirayakan melalui tradisi keluarga. Jika Moms memiliki bayi baru lahir laki-laki dan ingin mempertimbangkan sunat sejak dini, diskusikan waktu yang tepat dengan dokter anak atau dokter yang berpengalaman melakukan prosedur ini pada bayi.
Proses Sunat pada Bayi
Sunat atau sirkumsisi pada bayi baru lahir dapat dilakukan pada usia dini apabila kondisi bayi memungkinkan. Namun, tindakan tidak semata-mata ditentukan oleh usia atau kemampuan bayi buang air kecil dan buang air besar. Dokter perlu memastikan kondisi kesehatan, anatomi penis, serta ada tidaknya kondisi tertentu yang membuat sunat perlu ditunda. Karena itu, sebelum menjadwalkan sunat untuk bayi baru lahir laki-laki, Moms sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Secara umum, proses sunat meliputi beberapa tahapan berikut:
- Pemeriksaan sebelum tindakan: Dokter memeriksa kondisi bayi dan penisnya untuk memastikan prosedur aman dilakukan.
- Pemberian anestesi: Dokter memberikan obat bius, umumnya anestesi lokal, untuk mengurangi rasa sakit selama prosedur.
- Pengangkatan kulup: Kulit yang menutupi kepala penis dipotong menggunakan teknik dan alat yang sesuai dengan kondisi bayi.
- Perawatan luka: Setelah tindakan, dokter memberikan petunjuk perawatan luka, termasuk apakah diperlukan balutan atau salep dan kapan balutan boleh dibuka.
Lama tindakan, teknik sunat, serta jenis anestesi dapat berbeda tergantung pada kondisi bayi dan fasilitas kesehatan. Jadi, jika Moms berencana menyunat bayi baru lahir laki-laki, pastikan semua tahapan dijelaskan oleh dokter dan jangan ragu bertanya tentang cara merawat luka setelah tindakan. Berikut cara merawat luka yang bisa Moms praktekan.
- Mandikan Si Kecil sesuai petunjuk dokter. Bersihkan area penis dengan lembut tanpa menggosok luka, lalu keringkan dengan menepuk perlahan jika diperbolehkan.
- Gunakan obat dan balutan sesuai anjuran. Oleskan salep atau ganti balutan hanya sesuai instruksi tenaga kesehatan. Hindari bedak, antiseptik, atau produk lain langsung pada luka tanpa persetujuan dokter.
- Ganti popok secara berkala. Segera ganti popok setelah terkena urine atau feses. Bersihkan area genital dengan lembut dan jaga bagian sekitarnya tetap kering.
- Perhatikan tanda komplikasi. Segera periksakan Si Kecil jika mengalami perdarahan yang tidak berhenti, sulit buang air kecil, demam, kemerahan yang semakin meluas, atau keluarnya cairan bernanah.
Selain perawatan luka, pemilihan popok juga menjadi bagian penting dalam rutinitas harian. Popok yang nyaman dan memiliki daya serap baik membantu menjaga area kulit yang tertutup popok tetap kering sehingga Si Kecil bisa beristirahat dengan nyaman. Bagi Moms yang sedang merawat bayi baru lahir laki-laki, pilih popok yang pas, lembut, dan tidak terlalu ketat, serta tetap rutin menggantinya.
Merries Skin Protection Slim dapat menjadi pilihan Moms. Popok ini dirancang dengan teknologi untuk mendukung kulit bayi tetap nyaman. Popok ini memiliki daya serap hingga 200 kali tidak khawatir bocor, teknologi SLIM yang membantu Si Kecil bebas eksplorasi dan beristirahat, serta bantalan lembut bergelombang untuk mendukung sirkulasi udara sehingga membantu menjaga kulit Si Kecil bebas lembap.
Merries Skin Protection Slim juga dilengkapi teknologi antibakteri dan anti-bau, roll up tape dan alarm penanda pipis yang memudahkan Moms saat mengganti popok Si Kecil, serta karet pinggang elastis. Ini membantu memudahkan rutinitas mengganti popok, terutama ketika Moms masih beradaptasi merawat bayi baru lahir laki-laki. Meski demikian, popok tetap perlu diganti secara berkala, dan Moms perlu memastikan ukurannya pas serta tidak menggesek area luka jika Si Kecil baru menjalani sunat. Dapatkan Merries Skin Protection Slim segera di toko kesayangan Moms.